Palestina Berdarah, Tugas Kita sebagai Sesama Manusia
Duka Bangsa Palestina adalah Duka Kita
Apa yang terjadi saat ini akan tercatat dalam sejarah.
Dan sebagai manusia yang masih memiliki moral, kebiadaban zionis israel tidak dapat dibenarkan sedikitpun.
Sejarah bangsa kita telah mengajarkan pentingnya perlawanan melawan penjajahan.
Dan hal ini telah dipertegas oleh The Founding Fathers dengan dirumuskannya pembukaan UUD 1945.
Bangsa Indonesia telah melalui berbagai pengorbanan dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Tak lupa, penjajah menggunakan taktik devide et impera agar bangsa ini terpecah belah dalam berjuang.
Hal yang sama sedang dilakukan zionis kepada Bangsa Palestina
Sebagai bagian dari perlawanan, rakyat Palestina tidak pergi meninggalkan tanahnya. Rakyat mendukung para pejuang dengan segenap jiwa raga, meski mereka dalam segala keterbatasan. Ini sama halnya dengan nenek moyang bangsa kita, mereka terus melakukan perjuangan hidup dan membantu perlawanan dengan cara apapun meski beresiko.
Zaman adalah Perbedaannya
Di zaman modern ini, penjajahan masih ada. Betapa terbelakangnya mereka yang melakukan penjajahan dan mendukung zionisme. Ideologi ini telah menghancurkan kehidupan yang begitu damai dan memiliki tingkat toleransi begitu tinggi.
Penjajahan yang dilakukan zionis telah melampaui batas kemanusiaan.
Bertahun-tahun lamanya, rakyat Palestina hidup dalam kekurangan, kesulitan, penderitaan dibawah kekuasaan sewenang-wenang zionis. Tanggal 7 Oktober adalah sebuah simbol perlawanan pejuang Palestina terhadap penjajahan tersebut. Tingkat kematian akan terus bertambah seiring waktu apabila penjajahan ini tidak dihapuskan.
Itu bukan sekedar angka kematian, itu adalah banyaknya kehidupan yang telah direnggut.
Sebagai bangsa yang tidak melupakan sejarah, kita perlu menunjukkan sikap, dukungan, serta ikut memberikan bantuan sesuai kemampuan kita.
At this state, we should bravely and loudly shout out "Ceasefire Now" "Free Palestine".
source image : Middle East Eye


Komentar
Posting Komentar
comment..